Rika My Secret Agent - Kumpulan Artikel Cerita Seks Terbaru

Update Terbaru

Kumpulan Artikel Cerita Seks Terbaru

Kumpulan Cerita Seks & Foto Bugil Terbaru

Rabu, 19 Februari 2020

Rika My Secret Agent

Image result for cewek indo
Rika ( Ilustrasi )

Ini kisah pengalaman ku dengan salah satu pegawai agen travel,
Aku, seorang pekerja proyek lepas pantai yg setiap bulan nya melakukan perjalanan untuk off duti,kembali ke kampung halamanku bertemu anak dan istri dan kembali beraktifitas untuk mencari sesuap nasi.Seperti yg diketahui, pekerjaan di lepas pantai adalah pekeerjaan yg memerlukan tenaga extra dan konsentrasi sepanjang waktu.
Dan resiko yg sangat tinggi. Sebagian pekerjaan seperti mondar – mandir cek mesin dan peralatan lain nya adalah tanggung jawabku.
Pada suatu pagi. Istriku pergi ke sebuah penjualan tiket pesawat (travel) di kota untuk keperluan pemberangkatan ku Kembali kerja, aku Menemaninya agar tdk ambil yg ekonomi . Setelah sampai di travel istriku mulai menanyakan ke salah satu pegawai travel terkait harga pesawat. Aku terfokus pada seorang pegawai di meja no 2.
Dari tempat ku duduk dan berdiri, memoriku memanggil kembali wajah yg rasanya tdk asing bagiku. Hanya saja, aku tdk dapat mengetahuinya kapan. Aku terus mengawasinya hingga istriku menyadarkanku bahwa urusannya telah selesai. Dgn masih penasaran, aku meninggalkannya. Sebuah nama di tagging di pakaiannya, namanya rika.
Singkat cerita aku kepikiran terus selama di lokasi kerja dgn pegawai travel tersebut bodi kecil tapi memiliki payudara yg overload kira" berukuran 38-40 gt Kembali lagi, pada awal minggu ketiga aku pulang dan sengaja untuk beli tiket sendiri tanpa ditemani istri. Pas sekali yg melayani mba rika wanita inceranku .Aku iseng melemparkan sebuah pertanyaan.
“Mbak, udah lama kerja di sini?”
“Maaf. Mas koq tahu saya sudah lama kerja di sini?”
“beda bgt mba cara melayani nya profesional .” rayu ku hahahaa
“Iya, saya sudah hampir 2 tahun saya kerja di sini.”
“Pantas saja. Saya salut dgn cara pelayanan nya ramah.” rayu ku
Obrolan singkat ini kuakhiri karena tdk pantas mengganggu pekerjaannya. Dan, banyak orang melirik kami. Mungkin, kami terlalu memancing perhatian.
“Maaf mengganggu pekerjaanmu.”
Rika tersenyum kepadaku. Senang sekali, aku beranikan diri untuk minta no kontak wa nya dengan alasan untuk pemesanan mobil jemputan travel suka ngaret hehehe. Aku keluar dari travel setelah sebelumnya aku mengisyaratkan kepergianku kepada rika agar balas WA ku
Yeah. Akhirnya aku bisa mendapatkan no wa nya. Semoga ia merespons positif dgn tindakanku tadi.
Tidak lama setelahnya, sebuah pesan singkat masuk di ponselku berbunyi
“pak . Maaf, untuk penjemputan agak telat ?” aku jawab tidak apa mba hehe mulai aku tanya" soal yg lain terkait pribadi dan dia merespon positif
Aku meloncat kegirangan mendapat respon yg positif . Hal ini berlanjut dgn Whatsapp setelah beberapa hari intens berkomunikasi denganya. Ia menanggapiku dgn antusias. Begitu juga dgnku. Secara normal, rika adalah seorang perempuan berkulit sawo matang yg sesuai. Rambut sebahu tipis yg selalu diikatnya. Badannya berisi tdk kurus dan tdk gemuk dengan payudara yg over load. Aku mengagumi daya tariknya.
Tiba saatnya ketika aku off kerja mengajaknya untuk makan malam di sebuah Cafe di kota kami. Ia menyggupi dan kami secara tdk langsung berkencan.
“Eh iya. Rika. Gimana kerjaanmu?”
“Lancar aja. Kamu sendiri?”
“Sama lancarnya.”
“Makasih ya udah ngajakin aku makan malam.”
“Iya. Makasih juga udah mau ikut ajakan aku.”
Makan malam ini berlanjut dgn rencana makan malam berikutnya hingga kesekian kalinya. Kami semakin mesra satu sama lain. Obrolan kami sudah menjurus ke hal yg berbau seksual. Ia seorang yg open-minded tentang seksual. Ia bahkan mengakui sering membayangkan kenikmatan saat bercinta dgn pacarnya. Aku sedikit cemburu tp aku menyukai keterbukaannya.
Di alun – alun kota, aku mengajaknya jalan – jalan. Penat pekerjaannya harus menghilang.
“Boleh aku tanya sesuatu, rika?”
“Apa,?”
“Kamu begitu berterus terang dgn fantasi seksualmu. Aku jadi penasaran bagaimana jika kamu mewujudkannya.”
“Terkadang aku ingin sesekali membebaskan diriku. Begitu liar dan tanpa ikatan.”
Aku merayu rika Jujur, aku menyukaimu, rika. Terlepas kau memiliki pacar, aku tdk peduli. Yg penting aku sudah katakan perasaanku.”
“Aku juga menyukaimu. Tp, mengapa kamu baru datang dan posisi mu sudah ada pasangan dan aku ada pasangan?”
“Tdk apa. Aku tdk mengharapkan balasan, rika. Aku sudah menyukaimu tanpa perlu memilikimu.”
“Kalo ada hal yg bisa aku lakuin untuk bahagiain kamu. Aku bakal lakuin itu.”
“Pulang yuk. Udah malam.”
Rika memegang tanganku. Ia tdk ingin aku beranjak dari tempat itu. Aku mengerti maksudnya.
“Jangan pergi. Aku belum selesai sama kamu.”
Ia menggenggam tanganku kemudian memeluk leherku. Kepalanya disisi kepalaku. Ia memelukku penuh mesra. Layaknya kekasihnya, begitu tulus.
“Jangan pergi. Aku tahu aku salah sama kamu.”
“Aku yg salah masuk ke kehidupan kamu sedangkan kamu sudah ada istri.”
“Ssssttttt….”
Bibir tipisnya menyambutku lembut.
“Slup…sluph…sluph…sluph…sluph…”
“rika…”
Aku mencumbuinya saat itu. Lumatan bibirnya menjamah wajah dan leherku. Aku melakukan hal yg sama juga kepadanya. Aku tdk peduli jika orang memergokiku dalam keadaan seperti ini.
“rika…”
Aku semakin bernafsu mencumbuinya. Ia bermain tangan di luar celanaku. Terasa jarinya menekan k0ntolku yg terbungkus CD. Dicarinya kaitan restsleting celanaku.
“Tunggu, rika. Kurasa jangan disini. Aku tdk ingin bikin kamu malu.”
“Kamu bisa anterin aku ‘kan?”
“Tentu bisa.”
Aku mengantarnya sampai rumah rika dan disambut oleh kedua orang tuanya. Rika memperkenalkanku sebagai temannya. Ia memintaku untuk tinggal sebentar sembari berganti baju dan menyiapkan minuman. Ia berganti dgn piyama yg menarik perhatianku.
“Kenapa? Ada salah dgnku?”
“Ah. Tdk, rika. Aku tdk pernah melihatmu memakai pakaian seperti itu.”
“Kamu ini. Minum gih keburu masih anget.”
Aku meminum teh manis yg dihidang. Cukup membuatku berenergi. Terdengar suara televisi dari balik tirai yg cukup menghalangi pandanganku ke dalam.
Tanpa babibu, aku memegang kedua tangan dan memandanginya. Ia terlihat senang aku melakukannya.
“Kamu cantik banget, rika.”
“Cuma di liat aja nih? Tanggung nih.”
Kami mendekatkan wajah kami perlahan. Bibir kami berpagutan pelan membasahi setiap sisinya.
“SSlllluupppphhh…..ssssssllllluuuppphhhh…..cccc Sllllluuuppphhhh……ssssslllluuuuppphhhh….”
Kami melakukannya beberapa saat. Hingga rika melepasnya dan menyeka bibirnya yg berlepotan liur. Mata sayunya mengamatiku. Diremasnya puting dadaku sambil ia merasakan kerasnya celana yg kupakai.
“Dibuka aja ya, .”
“Tp, rika. Gimana kalau papah kamu tahu?”
“Tenang aja. Udah tidur jam segini papah.”
Tdk sampai terlepas. Hanya diturunkan sepaha celana itu. K0ntolku kokoh mengeras dilihat Dinda.
“rika, malu aku kamu liatin terus.”
“Hihihi…punya kamu item. Padahal, udah gak kena sinar matahari.”
“Ah. Punyaku berdesir.”
K0ntolku ditiupnya. Angin dari bibirnya membelai lembut k0ntolku. Tanpa ragu, tangannya sudah memegang k0ntolku tanpa jijik. Dielus dan diurutnya halus menyebabkan aku kegelian.
“Enak, rika…”
Sentuhannya benar – benar menyerang di titik kenikmatanku. Aku benar – benar terbuai oleh sentuhannya.
“Mau lihat sesuatu gak?”
Rika membuka 3 kancing piyamanya. Dikeluarkannya sepasang payudara yg terbungkus bra warna krem.
“Gimana keliatannya?”
“Putih.”
“Putih? Aku pake bra warna krem loh.”
“Kulit kamu putih.”
Dari balik branya. Tedapat tonjolan puting yg begitu menggairahkan. Ingin rasanya kuterkam dan kuhisap seperti bayi.
“Kamu bayangin dada aku gimana?”
“Ngebayangin gimana k0ntol aku jepit terus digesek – gesek sampe muncrat pasti rasanya surga banget.”
Dilonggarkannya sedikit bra yg dipakainya. Ia tdk melepaskan bra itu sepenuhnya.
“Gak usah dibayangin. Bakal jadi kenyataan.”
Dari bawah. K0ntolku masuk di antara sela payudaranya. Begitu sempit dan hangat. Lidahnya mengaliri k0ntolku dgn liurnya. Digeseknya payudara ke k0ntolku. Empuknya menghantam setiap sisi. Seperti sebatang kayu yg diletakkan di adonan kue.
“Ahh…rika..empuk sekali payudaramu.”
“Tdk kusangka aku akan melakukannya dirumahmu"

Payudara Dinda terus menggesek k0ntolku naik turun kanan kiri. Ia begitu lihai memainkannya. Kadang k0ntolku bertabrakan dgn dagunya. Kepalaku mendongak merasakan kenikmatan.
“rika….aku tdk tahan lagi….rika…”
“Cccccrrraaaaaaazzzzhhhh……..cccrrrrraaaaa aaaaazzzzhhhhh……..cccrrrraaaaaazzzhhhh….. .”
Tdk kupedulikan lagi spermaku menyembur kemana. Bebanku terlepas dgn sempurna. Kulihat, Wajah rika berlepotan spermaku. Payudaranya juga terkena leleran sperma.
“Berlepotan semua akunya, nih.”
Ia mengambil tissue basah membersihkan wajahnya dan dadanya. K0ntolku dibersihkan dgn tissue basah pula. Aku menghela nafas kelelahan.
“Kamu puas?”
“Banget, rika. Aku gak pernah mikir dapet ini dari kamu.”
“Kamu juga udah jadi partner aku yg selalu dengerin aku.”
Malam semakin larut, aku pamit undur diri dari rumah rika. Rasanya langkahku begitu enteng. Rika tdk lupa memberikanku sebuah ciuman mesra dan sedikit remasan di k0ntolku. Aku sangat bahagia hari ini.
Setelah itu, komunikasiku dgn rika makin intim. Dari Whatsapp, ia mengirimkan foto seksi tubuhnya. Tak jarang, ia memperlihatkannya secara utuh via pesan gambar dgn keterangan yg menggoda iman. Kami benar – benar melakukan obrolan seksual yg rutin.
Tiba pada sebuah kesempatan, rika memberitahu bahwa ia sudah kangen ingin sekali di genjot penis ku.Aku belum melakukan hubungan seksual dgn rika hampir 2 bulan krna kerjaan ku lagi numpuk. Akhirnya pada kesempatan kedua ketika aku off kerja aku bilang jgn di rumah kurang leluasa dan rika mau untuk melepaskan keluh dan peluh nya bersamamu di luar rumah. Singkat cerita
Aku membawanya ke sebuah hotel. Kuharap ia bisa leluasa meng explore permainan nya di kamar hotel.
Kami berciuman di tepi ranjang,
Aku memesan makanan hotel untuk rika. Aku tahu ia di Cafe tdk menyentuh sama sekali minumannya.
Kami makan malam di kamar hotel. Suasana yg dibangun terasa spesial karena hanya kami berdua saja. Sangat spesial dan semangat, ia tetap memakan makanannya agar tdk kehilangan energi.
“Kamu sampe repot mesen layanan kamar.”
“Gak repot, rika. Tinggal telepon. Makanan dianterin.”
“Kamu ini selalu bikin hal mudah.”
“Perasaan kamu aja.”
Rika bangkit setelah makan.
“Aku mau ke kamar mandi dulu.”
“Oke. Tadi aku udah ke kamar mandi.”
Rika masuk ke kamar mandi. Aku membersihkan bekas makanan dan merapikan semuanya. Harus terlihat rapi dan bersih.
Rika keluar dgn pakaian minim. Tubuhnya terbalut pakaian dalam berenda sedikit. Berwarna merah muda. Dadanya ketat membusung akibat pakaiannya. Semua lekuk tubuhnya terlihat jelas. Paha mulus rika tersibak tdk ada cela.
“rika, kamu…”
“Jangan diliatin terus akunya.”
Rika berusaha menutupi badannya walau hal itu sia – sia.
“Lagian kamu pake baju kaya gitu sih. Aku ini normal.”
“Kamu juga udah pernah liat payudara aku kan?”
“Iya hehee jawab ku
Ia mengendurkan tali itu kebawah dan payudara itu tersingkap. Payudaranya mengendur ke bawah. Namun, mataku tetap tdk bisa berpaling. Dgn puting coklat yg menggoda.
Entah karena apa, aku langsung menghisap putingnya. Ia terkejut dan menariknya dari bibirku.
“Kamu apa – apaan sih,?”
“Buat tahu kalo itu asli.”
“Ya jelas asli. Masa’ kamu gak bisa bedain mana yg asli sama yg palsu. Dasar mesum.” sambil tertawa
“Maaf, rika.”
Aku juga salah tingkah. Mengapa begitu bernafsu kepadanya. Kami saling hadap"an
Aku menyergapnya. Mencumbuinya dgn mesra dan cepat. ia menyambutnya . Rika mulai binal dan mengikuti apa yg kulakukan.
“Ccccllluuupppphhh…..cccccllllluuuuppphhhhh….. cccccclllllluuuupppphhhh….”
“Ooooccccchhhhh……mmmmmmmhhhhh……”
Ciuman – ciuman mesra kudaratkan di lehernya. Tanganku meremas lembut kedua payudaranya. Rika merintih keenakan
Kuteruskan hingga ia mulai menikmatinya. Tangannya ikut meremas kemudian yg segera aku menyusu kiri kanan dan keduanya.
“Posisi 69 yuk, rika?”
“Mau. Pengen nyobain dari lama.”
“Belum pernah?”
“Belum.”
“Pacar kamu gak mau?”
“Enggak. Katanya jijik.”
“Siapa bilang. Justru enak. Pacar kamu diajarin gih.”
Aku berada di bawah. Rika melepaskan g-stringnya . Bongkahan pantat seksi itu menyambutku.Bibirku sibuk berkecipak di bibir memeknya. Warna pink merekah terlihat. Bulu halus di sepanjangnya tdk menghalangiku.
“Sssslllluuuurrrrppppp……..sssssllllluuuuurrrrr rppppp……ssssssllllllluuuuuuurrrrrppppp…..”
Rika juga begitu bernafsu dgn k0ntolku. Dilahapnya tdk terkecuali. Zakarku pun tdk luput dilahapnya. Lidahnya menyeret kulit sensitif menimbulkan sensasi gairah. Ia menohokkan k0ntolku jauh ke dalam kerongkongan seperti profesional.
“Ssssllllloooorrrrppphhhh……..ssssslllllloooorr rrrpppphhhh……ssssssllllllooooorrrrrrpppphhhh.. .”
“Ccccccrrrrrrrrrrsssssshhhhhh……”
Memeknya mengejang menjauhi mukaku. Darinya, mengalir cairan bening yg menetes di mukaku. Ia melihatku takut aku akan marah kepadanya.
“sayang, aku pipis. Jorok banget ngencingin kamu.”
“Bukan ngencingin, rika. Tp, itu cairan nikmat dari memek kamu. Gimana rasanya?”
“Lemes kaya abis masturbasi.”
Kami kembali ke posisi semula. Kami berpelukan dgn tubuh telanjang dan menempel satu sama lain. Tangan rika menggenggam lemah k0ntolku yg tegang.
“Kenapa rika?”
“Gak apa. Punya kamu bikin aku seneng. Jadi betah maininnya.”
“Hehehe…ini punya kamu semua.”
“Boleh minta sesuatu?”
“Apa rika?”
“Dimasukkin punya kamu ke Lubang pantat aku. "Aku tersentak kaget" permohonanku pengen banget Anal sama kamu tolong dikabulkan ya.
“Pake kondom yah.” kata ku
“Gak mau. Nyelip rasanya.” ujar rika
“Buat kesehatan kamu juga, rika.” jawabku
Rika mengangguk pelan. Ia menyobek kemasan kondom dan memakaikannya ke k0ntolku.aku basahi lubang pantatnya dgn liur dan mulai memaikan jari" ku untuk pemanasan krna ini baru pertama rika mencoba Anal. Kini, ia telah siap. Kedua tangannya merangkul di bawah ketiakku.
“Ssssssssslllllllllllllleeeeeeeeeppppppphhhhhh…. ….”
“Aaaaaaaaaahhhhhhhh…….”
Dilihatnya k0ntolku yg sudah masuk ke dalam lubang pantat. Cengkramannya lembut menyenangkan. Kudiamkan sejenak agar ia terbiasa. Matanya mengerling memberikan tanda aku harus mulai menggerakkannya.
“Ooooocccccchhhhhh……..mmmmmmmmhhhhhh………. sssssssssshhhhhhhh……mmmmmmhhhhh……….aaaaa aaaaacccccchhhhhh”
“Ploph..ploph…ploph…ploph…ploph…ploph…pl oph….”
Aku memacu tubuhnya dalam posisi misionaris. Aku menciuminya agar tdk bersuara keras. Tanganku menjelajah payudaranya meremas dan memilin putingnya seperti adonan. Ia meminta ganti posisi, aku mencabut penis ku dari lubang anal nya dan mulai dgn Gaya doggie selanjutnya. Pantatnya terangkat saat k0ntolku tertancap. Kedua pantat ini bergoyang – goyang menambah semangatku. Rika sendiri menekuk tubuhnya dan kepalanya menyentuh kasur. Rika meresah sakit.
“Ssssssllllleeepppphhhhhh…….ssssslllll lleeeeeppppphhh……..ssssslllllleeeeppppph hhh…..”
Pantat rika menggodaku untuk menamparinya. Bekas merah hasil tamparanku tergambar jelas. Ia berteriak saat tanganku menyambar kulit pantatnya.
Selesai dgn gaya doggie. Aku duduk melanjarkan kakiku ke depan. Punggungnya tersandar di udara. Dinda memegangi bahuku. Kakinya menekuk di samping badanku. Memeknya masih melekat di k0ntol.
“Ini apa nama gayanya, rika?”
“Gak tahu. Tp, enak pokoknya.”
Kali ini, rika yg menggerakkan badannya memacu memeknya. Temponya beringsut naik.
“Cplok…cplok..cplok…cplok…cplok…cplok…cplok…c plok…cplok…cplok..”
“Mmmmmmmhhhhhh…….aaaaaaacccccchhhhh……..sss ssshhhhhhhhhh…..”
Memeknya semakin basah melumuri k0ntol berkondomku. Aku tdk mau berdiam diri dgn keadaan ini. Aku turut menggenjot k0ntolku. Semakin cepat k0ntolku menumbuknya. Pelukannya semakin erat. Nafasnya semakin berat. Kaki dan tangannya melingkar di badanku tdk mau lepas.
“rika…aku..mau…keluar…”
“Huum…di dalam saja aku pengn lepas kondom mu biar hangat di memek ku.” jawab rika
Aku kembali ke posisi misionaris. Sebentar saja, aku mengangkat k0ntolku keluar membuang kondomku. Dan menancapkan kembali kontol ku di lubang memek rika
“rika….Hhhhhhhnnnnggggghhhhhh….”
“Ccccccrrrrrrrreeeettttttttttsssssss……..cccc ccccrrrrreeeeetttttssssss…….cccccccrrrrreeeee tttttttssss….”
Spermaku keluar bagai larva panas membasahi memeknya. Kudiamkan sejenak agar panas nya larva meresap Iantas kucabut rika mengocok k0ntolku hingga spermaku habis dan lemas. Aku berbaring disampingnya kelelahan. Rika masih terbaring dgn sperma yg penuh di memek nya.
makasih udah bikin malam ini berkesan.”
“Aku juga, rika. Kamu mempunyai fantasi yg luar biasa"
“Temenin aku istirahat malam ini yah. Aku gak tahu kapan lagi bisa seperti ini sama kamu.”
Aku memeluk tubuh dan mengecup keningnya. Penampilan acak – acakannya membuatnya terlihat cantik alami. Kami meringkuk lelah dalam selimut.
Singkatnya, aku selalu pindah kerja ke luar kota dgn travel itu dan sampai skrng masih selalu melakukan intensitas sex dengan rika jika aku off dan ada waktu luang. Ia selalu mengirim foto dan video yg menampilkan tubuhnya dan saat masturbasi. Itu yg membuatku selalu menyempatkan ML ketika pulang off kerja