Petualangan Seks Selina Amoy Cantik ( Part 2 ) - Kumpulan Artikel Cerita Seks Terbaru

Update Terbaru

Kumpulan Artikel Cerita Seks Terbaru

Kumpulan Cerita Seks & Foto Bugil Terbaru

Jumat, 23 Oktober 2020

Petualangan Seks Selina Amoy Cantik ( Part 2 )

Orang tersebut membentak, “Hei, apa-apaan kalian!? Ini sekolah, bukan tempat untuk berbuat mesum!! Akan saya laporkan kalian ke kepala sekolah!!”


Selina Liu
Tentu saja kami bertiga sangat terkejut dan melihat ke arah orang tersebut yang ternyata adalah Ms. Alice, guru Bahasa Inggris yang berasal dari Amerika. Dia berdiri berkacak pinggang dengan muka yang marah. Perlu diketahui bahwa sekolahku adalah sekolah internasional jadi tidak heran ada beberapa guru native yang mengajar di sini. Ms. Alice adalah seorang wanita berumur 25 tahun, parasnya cantik khas wanita bule pada umumnya dengan kulit putih, hidung mancung, mata hijau dan berambut panjang berwarna merah kecoklatan. Tubuhnya langsing dan jangkung, sekitar 175 cm. Dia sudah tiga tahun di Indonesia sehingga sudah cukup lancar berbahasa Indonesia.

Aku yang masih kaget buru-buru menutupi dadaku yang telanjang dengan kedua lengan. Mata Ms. Alice terpaku melihat batang kemaluan kedua pria itu yang setengah ereksi. Melihat reaksi Ms.Alice yang terdiam dan matanya mengarah pada kemaluan pria itu, Pak Togar pun timbul nyalinya maju mendekati Ms. Alice, matanya menatap mata biru wanita bule itu dengan tajam. Ms. Alice yang awalnya tampak galak tiba-tiba terdiam dan melangkah mundur setengah langkah. Tanpa aba-aba, Pak Togar menarik lengan Ms. Alice dan dengan cepat mendekap tubuhnya.

“No…tidak…mmmhhh!” sebelum Ms. Alice menyelesaikan kata-katanya bibirnya sudah lebih dulu dilumat dengan ganas oleh Pak Togar. Tangan pak Togar menggerayangi payudara Ms. Alice yang masih tertutup kemeja putihnya.

Ms. Alice berusaha melepaskan diri dengan mendorong tubuh penjaga sekolah itu, tetapi tenaganya tentu kalah dibanding pria itu. Pak Togar menyibak rok Ms. Alice hingga terlihat pahanya yang jenjang dan putih mulus, tangan kasar itu langsung merabai kemaluan Ms. Alice dari luar celana dalamnya. Jari-jari Pak Togar bergerilya merangsang bibir vagina dari samping celana dalam Ms. Alice. Mereka bergumul beberapa saat hingga akhirnya dorongan tangan Ms. Alice mulai berubah menjadi pelukan dan elusan liar, ia mulai membalas cumbuan Pak Togar dan bermain lidah dengannya.

Ciuman mereka terpisah beberapa saat untuk mengambil nafas.

“Puasin saya Pak…setubuhi saya dengan your big black cock!” pinta Ms. Alice dengan suara lirih, kelihatannya ia sudah terangsang berat. Ms. Alice meraih penis Pak Togar dengan tangan kanannya dan mengocoknya dengan liar, membuat pak Togar melenguh keenakan.

Pak Togar lalu menurunkan celana dalam Ms. Alice dan merogoh vagina Ms. Alice dengan nafsu. Ms. Alice yang sudah horny itu mulai mempreteli sendiri kancing-kancing kemejanya sambil menatap sayu ke Pak Togar yang sedang asyik memainkan vaginanya. Batang kemaluan Pak Togar yang dari tadi dielus-elusnya itu kini digesek-gesekkan oleh Pak Togar di selangkangannya. Ms. Alice menyandarkan punggungnya ke tembok dan mulai mengerang keenakan. Sungguh hot liveshow antara Ms. Alice dengan Pak Togar, menyebabkan libidoku naik lagi.

Aku pun kembali merasakan seseorang meremas-remas buah dadaku dari belakang, ternyata Kiryo yang nafsunya juga bangkit lagi siap untuk memulai babak berikutnya. Aku kagum dengan stamina kedua penjaga sekolahku ini yang masih kuat padahal sudah orgasme sebelumnya denganku. Aku pun melingkarkan tangan memeluk lehernya, kutengokkan wajah ke samping dan ia menyambut bibirku, kami berciuman dengan hot sambil tangan Kiryo memainkan putingku. Penisnya yang sudah bangkit lagi bergesekan dengan belahan pantatku. Kulepas pagutanku pada bibir Kiryo dan segera aku menunduk dan memblowjob penis Kiryo dengan penuh nafsu. Kiryo meremas-remas kepalaku sambil menceracau,"ahhh..iyahh..gitu Non...hisap terus..". Jari-jari Kiryo juga memainkan kedua putingku dengan gemas. Aku hanya bisa mendesah tertahan menikmati permainan jarinya pada puting susuku. Setelah beberapa menit Kiryo pun memintaku untuk bangkit dan bergeser ke depannya. Kiryo ingin doggy style rupanya.



Kulihat di sudut sana, Ms. Alice pun mulai mengerang dan mendesah, tangannya membuka kait branya sendiri lalu menurunkan cupnya sehingga payudaranya yang montok itu pun terkuak. Pak Togar langsung memainkan buah dada wanita bule itu dan mereka pun berciuman dengan panas. Setelah beberapa saat saling merangsang, Pak Togar membawa Ms. Alice ke kursi panjang dan membaringkannya telentang di atasnya. Kemudian mulailah ia memasukkan batang kemaluannya yang sudah siap tempur itu ke dalam liang kemaluan Ms. Alice. Sodokan-sodokan pertama dimulainya dengan pelan-cepat pelan-cepat dengan ritme yang random. “Ahhh…yess….fuck me..aahh..fuck me..harder…”, Ms. Alice mendesah dan menggumam dalam bahasa Inggris menerima sodokan-sodokan penis pria itu. Ms. Alice terlihat seperti bintang film porno pro. Jauh berbeda dengan kesehariannya ketika mengajar di kelas yang anggun dan keibuan.

Sementara tubuhku juga telah kembali bersatu dengan Kiryo, sambil mendekapku dari belakang ia memasukkan penisnya ke vaginaku, tubuhku dibungkukan ke depan membentuk sudut 90 derajat dan ia memegangi kedua pergelangan tanganku. Ia pun memulai genjotannya terhadap vaginaku. Dari pantulan di cermin, dalam posisi begini kedua payudaraku nampak jelas sekali berayun-ayun mengundang selera.

“Uuugghhh…mantap nih, memek bule, sedappphh!” ceracau Pak Togar sambil terus menggenjot vagina Ms. Alice dengan berpegangan pada kedua pergelangan kaki wanita itu.

Ms. Alice terlihat pasrah, tubuhnya yang sudah telanjang bulat tersentak sentak di atas kursi panjang itu. Aku melihat jelas vagina Ms. Alice yang bulunya juga kemerahan itu diterobos penis pak Togar yang besar dan berurat. Desahan pelan yang seksi dari guru Bahasa Inggrisku itu membuatku panas dingin menyaksikannya. Ms. Alice sama sekali tak terlihat diperkosa, bahkan dengan penuh penyerahan ia menyambut setiap tusukan pak Togar dengan sedikit mengangkat pinggulnya, nampaknya ia sudah lama tidak ML sehingga sekarang demikian larut di dalam persetubuhan interracial dengan penjaga sekolahku itu.

Sepuluh menitan kemudian mereka berganti posisi, kini Pak Togar telentang di bangku panjang dan sebelum ia sempat meminta, Ms. Alice sudah lebih dulu meraih penis besarnya dan menjilatinya dengan bernafsu. Wajah Ms. Alice nampak liar ketika menjilati penis itu sambil mengocoknya persis seperti adegan film porno di film-film produksi Vivid dan Private.

Sedangkan aku kini sedang disetubuhi Kiryo dengan punggung bersandar ke tembok dan kedua kakiku diangkat olehnya, ternyata kurus-kurus begini kuat juga dia menopang tubuhku. Penisnya menghujam-hujam vaginaku, terkadang bibir kami bertemu dan saling bermain lidah. Aku sudah benar-benar mandi keringat karena sudah bercinta sejak tadi, tapi herannya kedua orang ini sepertinya belum puas juga mengerjaiku apalagi sekarang ditambah Ms. Alice. Apakah memang stamina pria kalangan bawah seperti mereka ini kuat-kuat begini? Biasanya jika aku ML dengan teman kencanku palingan hanya tahan 1 ronde saja.

“Aahh..ahhh…kuat banget sih Bang, mau sampe kapan nih?” desahku di tengah pergumulan kami

“Hehehe…mumpung dapet rejeki Non, kapan lagi bisa ngewe amoy secakep Non Selina, makanya kudu dipuas-puasin sekarang…huuhhh….uuhh!” jawabnya tanpa menghentikan genjotan. “Lagian Non ini gadis binal kan? Doyan ngentot kan. Ayo ngaku”, Kiryo bertanya.

“Enngghh…enggaa..…Bang…aahhh” aku masih malu mengakuinya. Aku melenguh keenakan ketika tiba tiba penisnya menyodok dalam-dalam.

“Ahhh..masih pura-pura aja Non..”, Kiryo mengerjaiku dengan menghentikan sodokannya pada vaginaku. Ini membuatku merasa tanggung dan tanpa sadar menggerakkan pinggulku. Ini membuat Kiryo tertawa dan mengejekku sambil menahan pinggulku,”Nah goyang sendiri si Non. Kalo mau abang genjot lagi, hayo ngaku dulu kalo Non emang binal dan doyan ngentot.”.

Aku yang sudah tidak tahan hanya bisa mengikuti yang dimintanya,”iyaahh…bangh…Selina ini gadis binal yang suka dientot sama penis-penis gede kayak punya abang…” Mendengar itu,Kiryo pun melanjutkan menghujam vaginaku lagi dengan cepat. Aku yang keenakan menggumam,”aahhh…iyahh..gitu…aahhhh..ahh…teruss…bang..”. Cairan cintaku yang sudah kembali meleleh melumasi vaginaku membuat sodokan itu terasa begitu nikmat. Apalagi urat urat yang menggerinjal itu berdenyut denyut, membuat aku ikut menggerakkan pinggulku menyambut tiap genjotannya.

“Enakan mana kontol abang sama kontol-kontol lain yang udah pernah Non icip?” tanya Kiryo dengan senyum mengejek.

“Ooohhh… enakk..enakkann…ahh..kontol..abanghh.ahh..besarrr.. ooohh” jawabku tanpa malu-malu lagi.

Dalam diriku sekarang ini hanyalah mengejar orgasmeku, tak kuperdulikan celotehan Kiryo yang mengejekku dengan cara menirukan desahan, erangan dan lenguhanku. Aku menggerakkan mata ke arah bangku panjang, ternyata mereka sedang bergaya 69. Pak Togar sedang asyik-asyiknya menjilat dan mencucuki vagina Ms. Alice yang di atas tubuhnya, ia membenamkan wajahnya pada vagina berbulu kemerahan itu seolah mau melahapnya. Ms. Alice dengan badan menggeliat-geliat menahan nikmat juga tidak kalah agresif mengoral penis penjaga sekolah itu sehingga pria itu melenguh nikmat dan berkelejotan.

Setelah itu Ms. Alice melanjutkannya dengan naik ke penis Pak Togar, setelah menempelkan kepala penis itu pada bibir vaginanya, Ms. Alice menurunkan tubuhnya dan blesss…penis Pak Togar pun terbenam dalam vaginanya. Ia mulai menaik turunkan tubuhnya hingga vaginanya terpompa oleh penis itu. Pak Togar dibuatnya kelabakan dan mengerang ngerang dengan goyangan tubuhnya yang ganas. Kiryo sudah hampir selesai denganku, ia sudah mau keluar. Sebelum ngecrot ia menurunkan tubuhku dan menyuruhku berlutut. Di depan wajahku ia kocok penisnya dan crottt…croott…spermanya muncrat diiringi erangannya. Wajahku pun basah karena cipratan cairan putih kental itu. Aku membuka mulut menyambut cipratan sperma itu, setelah semprotannya melemah, kuraih benda itu dan langsung kumasukkan mulut dan kuemuti dengan nikmatnya penisnya yang mulai lembek bercampur sperma dan cairan kewanitaanku itu. Kiryo akhirnya terduduk lemas di lantai.

Aku yang belum mencapai orgasme menghampiri Pak Togar yang sedang sibuk dengan Ms. Alice di atas kursi panjang. Aku yang sudah sangat horny dengan nakal berkata ke pria itu,“Pak Togar..jilatin memek Lina ya..”. Kunaiki wajah Pak Togar dengan posisi berhadapan dengan Ms. Alice, sehingga lubang kemaluan dan pantatku tepat mengarah ke wajah pria itu. Aku mendesah nikmat saat lidahnya menjilati liang kemaluanku yang basah itu dan memainkan klitorisku. Pada waktu yang sama, aku mulai menciumi Ms. Alice dan memainkan buah dadanya, begitu pula dengan Ms. Alice yang membalas ciumanku dengan ganas dan juga meremas payudaraku. Ia menjilati cipratan sperma yang membasahi wajahku itu hingga bersih.

“You…naughty girl…sshh…I’ll punish you for this!” katanya sambil mendesah di dekat wajahku.

Aku hanya tersenyum nakal memandangnya lalu kupagut bibirnya dan kamipun berpelukan sesama wanita dan beradu lidah dengan liarnya. Lima menit kemudian bibirku merayap turun ke lehernya terus menuju payudaranya yang besar. Putingnya yang coklat muda itu pun akhirnya kutangkap dengan mulutku dan kuemut-emut.

“Uuuhh…I’m coming…yeesss…aaahh…aahh!” Ms. Alice mendesah panjang beberapa saat kemudian diiringi dengan tubuhnya yang mengejang.

Ia semakin cepat menaik-turunkan tubuhnya di atas penis Pak Togar hingga akhirnya kulihat tubuhnya semakin berkelejotan, ia mencengkram erat kedua lenganku menyongsong orgasme hingga melemas dalam dekapanku.

“Weleh…weleh hari ini hoki banget, udah dapet gadis SMA, dapet gurunya lagi…mana bule pula!” sahut Kiryo berjalan menghampiri kami, “yuk sini Miss, abang pengen ngerasain memek bule nih!”

Ia menarik tubuh Ms. Alice yang masih lemas pasca orgasme. Karena masih belum pulih tenaganya Ms. Alice pun tersungkur di lantai. Melihat itu, Kiryo duduk di lantai dan menaikkan tubuh guru bahasa Inggrisku itu ke pangkuannya dalam posisi berhadapan. Ia mengarahkan penisnya yang sudah keras lagi ke vagina Ms. Alice yang dengan pasrah mengikuti saja arahannya.

“Aaaahh!!” terdengar desahan lirih dari mulut wanita berambut merah itu saat ia menurunkan tubuhnya hingga vaginanya tertancap di penis Kiryo
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kiryo mulai menyentak-nyentakkan pinggulnya ke atas membuat Ms. Alice mendesah nikmat sambil berpelukan pada tubuh kurusnya. Penjaga sekolah bertubuh kurus itu membenamkan wajahnya pada dada Ms. Alice dan dengan bernafsu ia melumat payudaranya yang berukuran lumayan besar itu secara bergantian. Puting Ms.Alice dikulum2nya dengar liar menyebabkan Ms.Alice mendesah-desah kenikmatan. "Aahhhh,yes!! suck my nipple! harder harder!!".

“Non Lina, bapak tusuk lagi yah!” pinta Pak Togar di bawah selangkanganku, sepertinya ia sudah cukup puas melumat kewanitaanku, terlihat dari mulutnya yang sudah belepotan cairanku.

Aku mengangguk saja mengiyakannya, lalu ia menyuruhku berposisi doggie di lantai. Setelah bertumpu dengan kedua lutut dan telapak tanganku, aku merasakan kepala penisnya kembali melesak masuk ke vaginaku.

“Uuuhhh!” desahku lirih dengan wajah terangkat. Ia memompa tubuhku dengan penuh nafsu. Setelah beberapa menit, ia meraih tangan kananku sebagai tumpuan dan terus menggenjotku dari belakang. Tangannya yang satu menepuk-nepuk dengan keras pantatku yang putih mulus. Aku bagai kuda betina yang dipacu oleh Pak Togar. Aku terus mengeluarkan rintihan nikmat,"ahhh..ahh..ahhh..ahh.." Pak Togar menceracau,"oohh..Non...Lina...memekmu...perettt bangett..enakkk...". Aku yang sudah dekat dengan puncak kenikmatanku, tidak malu-malu lagi menimpali,"kontol..bapak..ahh...panjaangg...ohh..nikmatt...engghh...Seli..na..sukaaaa...ahh" Tidak berapa lama aku pun klimaks. Tubuhku berkelojotan dan aku melepaskan erangan nikmat yang cukup keras. Kontraksi vaginaku saat orgasme ini membuat Pak Togar mengerang nikmat karena kontolnya serasa diremas-remas. Setelah orgasmeku mereda, aku ambruk ke depan. Tapi Pak Togar tidak berhenti dan terus memompaku.

Tangannya meraba dan meremas-remas payudaraku yang bergelayutan. Sambil terus memompa, tangan satunya meraih payudara Ms. Alice yang sedang bersetubuh dengan Kiryo di sebelahnya. Dengan kurang ajarnya Pak Togar berkomentar, “Kir, gedean tetek Miss nih daripada tetek Non. Hahaha”. Kiryo tertawa dan menjawab,”Ya iyalah, secara Non Selina lebih muda dari Miss. Nanti juga bakalan tambah gede tetek Non Selina. Apalagi kalau sering diremas. Hahaha.” Aku yang lelah setelah orgasme barusan, hanya diam saja mendengar celotehan mereka sambil meresapi kenikmatan persetubuhan ini.

Tangan Pak Togar yang menggerayangi payudaraku makin ganas sambil sesekali memilin-milin puting susuku. Tubuhku tersentak-sentak karena pompaan Pak Togar, kutengokkan kepalaku ke samping belakang melihat Ms. Alice sedang menaik turunkan tubuhnya di atas penis Kiryo sementara payudaranya dikenyot pria kurus itu dan payudara satunya masih diremas-remas Pak Togar. Ms. Alice sepertinya sudah pulih tenaga dan birahinya, terlihat dari goyangannya yang liar itu.

“Ooohhh…uuhh…Lina…Lina!!” ia memanggilku di tengah desahannya

“Ahh..Yes Miss?” jawabku.

“Please…aahhh…remember…remember to keep this little secret, ok…hhhmmhh!” katanya dengan lirih.

“Sure Miss…ahhhh…I do!” jawabku menyanggupi.

Desahan-desahan kami sahut menyahut mengiringi goyangan pinggul dengan sodokan penuh birahi foursome kami di toilet itu.

Saat kami berempat sedang hanyut dalam birahi orgy sex ini, pintu toilet tiba-tiba dibuka dengan cepat..

~ BERSAMBUNG ~